Jumat, 13 Juni 2014

Google Glass Bisa Tingkatkan Pembajakan Film


Google Glass, perangkat buatan perusahaan raksasa mesin pencari yang berkantor pusat di Mountain View kabarnya dilarang untuk digunakan di sebagian wilayah AS.

Di negara asalnya sendiri, Glass dilarang dipakai karena bisa meningkatkan pembajakan film atau menyuburkan 'piracy'. DilansirTecheye, Jumat (13/6/2014), jaringan sinema atau bioskop di AS melarang pengunjung memakai Google Glass ke dalam bioskop.

Seperti diketahui, Glass dilengkapi kamera yang bisa mengambil gambar dan video dalam resolusi HD 720p. Bila pengunjung memakai Glass ke dalam ruang sinema, kemungkinan terjadi aktivitas merekam tayangan film adalah sebuah pelanggaran.

Jaringan sinema Alamo Drafthouse di AS, yang memiliki lokasi di Colorado, Michigan, Missouri, Texas, Virginia dan California ialah yang pertama yang melarang penggunaan Glass di bioskop.

Keputusan pelarangan Glass oleh Alamo Drafthouse dilakukan menyusul kejadian yang menimpa pria asal Ohio pada Januari 2014 yang menonton film Jack Ryan: Shadow Recruit dari theater AMC. FBI menggiring pria tersebut, setelah ditemukan ia menggunakan Glass.

Meskipun Glass yang dipakainya itu kabarnya hanya berfungsi sebagai kacamata untuk membantu penglihatannya yang rabun. Terdapat model Glass yang disediakan Google dengan perangkat frame (prescription glasses).

Pada Januari 2014, seorang pengendara kendaraan di California juga kabarnya dilarang untuk menggunakan Glass. Perangkat komputer yang diletakkan di kepala pengguna ini juga dilarang dipakai di restoran, strip clubs (penari telanjang) serta casino.

Periode ke-2 Pendaftaran Domain "Apapun.id" Berakhir

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) menutup pendaftaran nama domain internet berakhiran .id untuk pemegang domain tingkat dua .id, Kamis (13/6/2014) sore. Periode prioritas kedua yang disebut Grandfather ini telah berlangsung selama 8 pekan sejak 21 April 2014.

Selama periode Grandfather, ada 966 nama domain didaftarkan. Beberapa nama populer mendaftarkan diri selama periode ini, termasuk Kompas, Gramedia, Acer, ATI, Flickr, Nawala, Telkomsel, Kalbe, hingga Vodafone.

Dari lembaga negara, tercatat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mendaftarkan nama domain kpk.id.

Dari 966 nama domain yang mendaftar, terjadi delapan sengketa nama domain yang diputuskan melalui lelang. Delapan nama domain tersebut adalah diabetes.id, finance.id, franchise.id, insurance.id, kamera.id, obatherbal.id, online.id, dan zakat.id.

Ketua Umum Pandi, Andi Budimansyah, menjelaskan, domain online.id mendapat penawaran tertinggi dengan biaya akuisisi sebesar Rp 110 juta. Penawaran ini dilakukan oleh Utomo Prawiro Widjaja dari PT. Digital Asia Utama.

Grandfather merupakan periode prioritas kedua setelah Periode Sunrise untuk para pemegang merek. Setelah Grandfather, domain “Apapun.id” akan memasuki Periode Landrush yang merupakan periode prioritas terakhir sebelum domain apapun.id dirilis untuk publik pada 17 Agustus 2014.

Mulai 16 Juni 2014, domain apapun.id akan masuk ke Periode Landrush. Andi mengatakan periode ini bisa diikuti oleh seluruh warga Indonesia dan institusi yang memenuhi persyaratan.

Periode Landrush merupakan kesempatan terakhir bagi pihak-pihak yang perlu mengamankan nama domain yang diinginkannya. “Tinggal satu tahap prioritas lagi sebelum domain Apapun.id dapat didaftarkan dengan sistem pendaftar pertama atau siapa cepat dia dapat mulai 17 Agustus 2014,” ujar Andi.

Untuk mendaftarkan domain pada Periode Landrush pendaftar harus membayar biaya administrasi Rp 100 ribu dan biaya akuisisi minimal sebesar Rp 1 juta. Jika terjadi pendaftaran nama domain oleh dua pihak atau lebih, pemenangnya akan ditentukan dengan lelang.

Setelah domain berakhiran .id dirilis untuk umum pada 17 Agustus 2014, pendaftar nama domain tidak lagi dikenakan biaya admistrasi dan biaya akuisisi. Pemilik domain hanya dikenakan biaya tahunan sebesar Rp 500 ribu.

Cara Intel "Membuang" Kabel dari Gadge

Ruwetnya kabel telah menjadi selingan sehari-hari bagi pengguna komputer dan gadget. Bisakah alat elektronik masa depan terbebas dari benda yang malang melintang membuat pusing itu? 

Kenapa tidak? Konsep itulah yang ditunjukkan raksasa chip Intel dalam perhelatan Computex 2014 di Taiwan, minggu lalu.

Dalam sebuah sesi keynote, General manager PC Client Group Intel Kirk Skaugen menunjukkan konsep dunia komputer dan gadget di masa depan.
 

Salah satu aspek yang mendapat penekanan darinya adalah wireless charging alias metode pengisian baterai secara nirkabel. Bersama dengan organisasi A4WP (Alliance for Wireless Power), Intel mengembangkan wireless charging berbasis teknologi
 magnetic resonance.

"Teknik konduktif yang digunakan saat ini mengharuskan perangkat bersentuhan langsung dan diposisikan dengan tepat pada permukaan charger. Masalah itu tak terjadi pada
magnetic resonance," ujar Skaugen ketika berbicara di panggung.

Dia juga menambahkan bahwa, dengan teknologi
 magnetic resonance, perangkat tak perlu bersentuhan dengan pengisi baterai. "Gelombang pengisian baterai bisa menembus kayu hingga setebal 2 inci," kata Skaugen.

Alhasil, aneka macam skenario pengisian baterai secara nirkabel pun terbuka lebar. Skaugen mendemonstrasikan sebuah "tikar" kecil charger nirkabel yang disembunyikan di bagian bawah sebuah meja. Segala macam alat elektronik dapat diisi baterainya, hanya dengan diletakkan di atas meja itu.

Jenisnya tak terbatas hanya pada gadget seperti smartphone atau tablet saja, namun juga komputer laptop, bahkan
 wearable device macam jam tangan dan earbud pintar. Semua bisa diisi baterainya secara bersamaan di atas meja, tanpa kabel pula!

Pengisi baterai nirkabel ini pun bisa diletakkan di mana saja sehingga menjadi alat praktis untuk
 charging di luar rumah, misalnya pada meja di kafe atau ruang tunggu bandara. 

2016

Tentu, laptop dan gadget yang sudah ada sekarang tidak bisa begitu saja diisi baterainya dengan teknologi tersebut.
 Wireless charging ala Intel ini memerlukan sebuah alat khusus yang ditanam di dalam baterai untuk bisa berfungsi. 

Namun, Skaugen mengatakan bahwa pihaknya berencana merilis rangkaian aksesoris
wireless charging untuk perangkat yang ada saat ini sehingga nanti bisa diisi baterainya secara nirkabel.

"Aksesoris tersebut misalnya berupa cover belakang smartphone yang ditambahi alat khusus. Tinggal ganti dengan cover ini, maka pemilik ponsel bisa menikmati
 wireless charging," kata Skaugen.

Seorang staf Intel di acara mengatakan bahwa
 wireless charging ini kemungkinan akan menerapkan batasan dalam hal jumlah maksimal perangkat yang bisa diisi baterainya secara bersamaan, atau besaran arus listrik yang dikeluarkan dalam satu waktu. 

Intel sendiri berencana bakal segera menerapkan standar
 wireless charging untuk perangkat-perangkatnya komputernya, dimulai dari generasi prosesor setelah Core i Generasi Kelima (Broadwell), yaitu "Skylake".

Para partner seperti Dell, Fujitsu, Lenovo, Asus, dan Toshiba telah pula bergabung dengan grup A4WP. Harapannya, pada 2016 nanti teknologi pengisian baterai secara nirkabel sudah digunakan secara luas.
 

Masa depan tanpa kabel

Di samping
 wireless charging, Skaugen turut mengenalkan dua elemen lain dari konsep "masa depan tanpa kabel" ala Intel, yaitu voice assistant dan 3D camera.

Voice assistant belakangan telah mulai banyak dikenal, sementara 3D camera lewat teknologi RealSense bakal dipakai untuk interaksi dengan komputer melalui gestur alias bahasa tubuh. "Misi kami adalah mengubah dunia dari dua dimensi menjadi tiga dimensi," ujar Skaugen.

Teknologi kamera 3D bisa digunakan untuk berbagai macam hal terkait interaksi dengan komputer. Stand Intel di Computex 2014, misalnya, memajang sebuah PC All-in-One yang bisa dipakai menjelajah internet hanya dengan mengayun-ayunkan tangan membentuk gestur tertentu di depan layar, tanpa benar-benar menyentuhnya.

Ada pula kemampuan mengenali latar depan dan belakang dalam
 video conferencing, di mana pengguna bisa bebas mengganti background sesuai selera. "Kegiatan belajar pun dibuat makin asyik dengan augmented reality, demikian pula dengan game," kata Skaugen lagi.

Kamera 3D rencananya bakal diterapkan oleh Intel di berbagai jenis perangkat komputer, mulai PC desktop hingga tablet dengan modul kamera tipis yang tebalnya hanya 3 mm.

Melengkapi teknologi-teknologi di atas, Intel turut menyediakan teknologi wireless network bernama WiGig yang diklaim memiliki kecepatn transfer data tiga kali lipat lebih kencang dibandingkan standar 802.11 ac sehingga mampu mentransfer data berukuran besar (seperti audio dan video) dengan mulus melalui jaringan nirkabel.

Seperti
 wireless charging, WiGig dijadwalkan mendampingi platform Skylake Intel pada 2016 mendatang.

Nantinya, teknologi ini bakal memungkinkan perangkat-perangkat komputer seperti PC, tablet, bahkan televisi untuk saling terhubung dengan kecepatan tinggi. Pengguna pun bisa melakukan hal-hal seperti meneruskan video HD dari PC atau gadget mobile ke layar TV dengan mudah. Semuanya dilakukan tanpa kabel.

BlackBerry Tertarik Jual BBM

Bisnis aplikasi pesan instan sedang menjadi sorotan industri teknologi setelah Facebook mengakuisisi WhatsApp senilai 19 miliar dollar AS dan Rakuten mengakuisisi Viber senilai 900 juta dollar AS. BlackBerry pun tertarik untuk menjual layanan BlackBerry Messeger (BBM).

Hal itu diutarakan CEO BlackBerry John Chen dalam wawancara dengan stasiun televisiCNBC. Ia berkata bersedia membuat BBM sebagai entitas baru atau bahkan menjualnya, asalkan dengan harga yang tepat.

"Jika ada seseorang datang kepada saya dengan 19 miliar dollar AS, saya pasti akan menjualnya. Maksudnya, saya akan merekomendasikan dewan direksi untuk mengambil itu," kata Chen, Selasa (25/2/2014).

BlackBerry mengambil langkah untuk menyediakan aplikasi BBM bagi pengguna iOS dan Android pada Oktober 2014. BBM juga akan tersedia untuk Windows Phone. Hal itu dilakukan untuk menambah jumlah pengguna dan mendapatkan keuntungan dari layanan tersebut.

BBM versi terbaru akan menyertakan fitur enkripsi pesan yang bertujuan meningkatkan keamanan, yang selama ini menjadi perhatian serius kalangan pebisnis dan bankir. 

"Potensi itu akan menjadi besar. Tidak ada pihak yang memiliki infrastruktur messagingyang aman, dan kami adalah satu-satunya yang memiliki hal itu," ujar Chen.

Untuk mendapatkan uang dari layanan BBM, BlackBerry berencana 
menjual konten stiker digital. Langkah ini telah dilakukan sejumlah penyedia pesan instan lainnya, seperti Line dan KakaoTalk.

Stiker yang ditawarkan BlackBerry bisa diunduh dari aplikasi BBM. Setiap paket akan berisi 20 hingga 25 stiker. Sejumlah karakter dalam film dan serial TV dijanjikan bakal muncul dalam bentuk stiker.

Makin Banyak yang Belanja Online Pakai Tablet

Penggunaan tablet untuk berbelanja online tumbuh empat kali lipat lebih cepat dibandingkan smartphone. Hal itu menurut E-commerce Index terbaru dari Rakuten

Penelitian mengenai tren berbelanja itu dilakukan di 14 pasar. Salah satu hasilnya, penggunaan tablet tumbuh 41,9% di 2013, sementara penggunaan ponsel cerdas tumbuh hanya sebesar 9,7% di periode yang sama.

Lebih lanjut disebutkan dalam keterangan tertulis Rakuten bahwa 6,1% pelanggan lebih memilih untuk berbelanja online menggunakan tablet, sementara 6,8% memilih untuk menggunakan ponsel cerdas. 

Inggris menyalip AS sebagai pasar terdepan di dunia untuk penggunaan tablet, dengan 12,2% dari warga Inggris yang  disurvei mengatakan bahwa mereka memilih untuk menggunakan tablet, dibandingkan dengan 11,3% pebelanja Amerika.

Di sisi lain, pebelanja di Brasil lebih lambat untuk beralih ke tablet PC, hanya 0,7% dari populasi yang lebih suka menggunakan tablet saat berbelanja. 

Sedangkan di Indonesia, ponsel cerdas tetap jadi pilihan pertama dengan 15,5% dari pebelanja di Indonesia memilih menggunakan ponsel cerdas, sementara 7,0% memilih menggunakan tablet PC.

Meskipun ada pertumbuhan m-commerce, PC tetap jadi pilihan paling populer bagi para pebelanja untuk mengakses situs retail, namun data mengenai hal ini sedikit berubah. Di dunia, 81,8% pebelanja menggunakan PC untuk berbelanja online, bandingkan dengan 83,2% di tahun 2013. Perangkat mobile mencakup 13,8% dari total data ini, naik dari 12% tahun lalu. 

Sementara itu di Indonesia, 68,5% warga Indonesia berbelanja menggunakan PC dan 25,0% menggunakan perangkat mobile.

“Kami terus melihat peralihan dalam cara konsumen berinteraksi dengan retailer melalui saluran digital. Hanya empat tahun setelah peluncuran iPad Apple, tablet dengan cepat menjadi perangkat yang paling populer untuk berbelanja online," kata Yasunobu Hashimoto, General Manager Rakuten Belanja Online. 

Dalam beberapa tahun, beberapa market mengalami ‘kelelahan sosial’ dengan penurunan sangat kecil dalam jumlah orang yang merekomendasikan barang yang mereka beli di jejaring sosial. Index terakhir menunjukkan 41,9% orang merekomendasikan barang di situs sosial media, bandingkan dengan 44% tahun 2013. 

Namun di Indonesia, 77,5% orang yang disurvei mengatakan bahwa mereka secara teratur mereview dan merekomendasikan produk di situs sosial media. 

“Media sosial tetap menjadi saluran penting bagi retailer untuk berhubungan dengan opini konsumen dan ‘crowdsource’ mengenai produk baru dan layanan. Selain mempengaruhi keputusan untuk stocking, rekomendasi yang dibagikan di situs sosial media juga mempengaruhi kebiasaan belanja konsumen," Yasunobu menambahkan.

"Banyak pebelanja kini beralih ke situs seperti Pinterest atau Twitter untuk menemukan produk-produk yang mereka mungkin beli dan menemukan pendapat orang lain mengenai barang-barang tersebut sebelum melakukan pembelian. Retailer bisa mendorong penjualan dengan berinteraksi dengan konsumen melalui saluran-saluran tersebut dan memudahkan untuk berbagi rekomendasi," lanjutnya.

Pakaian dan aksesoris adalah item yang paling sering dibeli online di dunia, namun pebelanja di Brasil dan Jepang memiliki tren yang berbeda. Konsumen elektronik berada paling atas di Brasil dengan lebih dari setengah pebelanja (55,1%) membeli barang elektronik secara online, sementara di Jepang, pebelanja lebih mungkin untuk memesan atau mengunduh buku dan majalah (59,7%). 

Sedangkan di Indonesia, 74% pebelanja memesan pakaian dan aksesoris secara online, sementara kategori populer lainnya adalah produk elektronik (47,5%), barang kesehatan/kecantikan (39,2%), makanan/minuman (31,2%), peralatan rumah tangga/small appliances (30,7%) dan buku/majalah (29,8%). 

Sementara pebelanja Indonesia paling sedikit yang membeli perangkat besar/large appliances secara online, dengan 4,7% pebelanja memilih untuk melakukan pembelian secara langsung. 

Vimeo Tanggapi Serius Pemblokiran Kemenkominfo

Pihak Vimeo ternyata menanggapi cukup serius kasus pemblokiran situs layanan mereka oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia. Seperti apa?

Berdasarkan pantauan melalui Twitter milik Vimeo, @Vimeo, menulis tweet mengenai tanggapan mereka mengenai pemblokiran situs layanannya di Indonesia oleh sejumlah ISP.
Selain itu, pihak Vimeo juga menanyakan ke pengguna di layanan Telkom Indonesia siapa yang masih bisa mengakses layanan mereka.
Setelah diteliti oleh Vimeo, ternyata layanan mereka diblokir memang dari pihak Indonesia, bukan dari luar. "Kami tidak bisa membukanya aksesnya dari sini," ujar pihak Vimeo.

Pihak Vimeo juga mengaku akan terus memantau perkembangan dari kasus pemblokiran di Indonesia ini.

Bank Mandiri Sangkal Terjadi Peretasan

Bank Mandiri menyangkal bahwa telah terjadi peretasan di sistem mereka. Seperti apa?

Bank Mandiri melalui akun Twitter mereka,@bankmandiri, menyatakan bahwa tidak terjadi peretasan dan pembobolan dana di sistem mereka.
Bank Mandiri memblokir kartu ATM sebagian nasabahnya mulai Senin (12/5). Beberapa nasabah mendapatkan pemberitahuan soal pemblokiran acak, sebagian yang lain tidak.
Kepanikan pun melanda nasabah yang tak mengaktifkan layanan mobile banking maupun SMS banking.
"Nasabah Yth, Kartu Mandiri Anda kami blokir guna keamanan data Anda. Segera ganti kartu di Cabang terdekat dengan membawa kartu & identitas diri." tulis SMS yang dikirim oleh pihak Bank Mandiri kepada nasabah mereka.
Pihak Bank Mandiri menyatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan semata sebagai upaya pencegahan untuk mengantisipasi kejahatan perbankan.

Kemudian pihak Bank Mandiri melalui akun resmi Twitter mereka juga memberikan panduan bagi akun-akun kartu debit yang terblokir.